Home

Sabtu, 10 Juli 2010

Materi Manajemen Kinerja (2)

PERENCANAAN KINERJA

1. Pendahuluan

Perencanaan kinerja merupakan titik awal dari suatu siklus manajemen kinerja. Dasar untuk melakukan perencanaan kinerja adalah perencanaan strategis organisasi yang menetapkan tujuan utama suatu organisasi. Perencanaan strategis menentukan apa yang harus dilakukan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan dan rencana strategis tersebut dijabarkan lebih lanjut pada tingkat uniit-unit kerja di bawahnya.

Dalam perencanaan kinerja didesain kegiatan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk melakukan kegiatan tersebut perlu direncanakan bagaimana menyediakan sumberdaya yang diperlukan dan kapan harus dilakukan sehingga tujuan dapat dicapai seperti yang diharapkan.

2. Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis adalah proses memformulasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan. Perencanaan dimulai dengan penetapan Visi, dilanjutkan dengan penetapan Misi dan Penentuan Strategi.

VISI

Menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa yad.

Visi berguna bagi perusahaan sebagai:

  • Penyatuan tujuan, arah dan sasaran perusahaan.
  • Dasar untuk pemanfaatan dan alokasi sumberdaya serta pengendaliannya.
  • Pembentuk dan pembangun budaya perusahaan.

Visi yang baik memiliki kriteria sbb:

  • Menyatakan cita-cita atau keinginan perusahaan di masa yad.
  • Singkat, jelas dan fokus.
  • Realistis dan sesuai dengan kompetensi organisasi.
  • Atraktif dan mampu menginspirasi komitmen serta antusiasme.
  • Mudah diingat dan dimengerti seluruh karyawan serta mengesankan bagi pihak yang berkepentingan.
  • Dapat ditelusuri tingkat pencapaiannya.

MISI

Menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan perusahaan kepada masyarakat , baik berupa produk atau jasa (Wheelen dalam Wibisono, 2006)

Misi yang baik memiliki kriteria sbb:

  • Cukup luas untuk diterapkan selama beberapa tahun sejak saat ditetapkan.
  • Cukup spesifik untuk mengomunikasikan arah.
  • Fokus pada kompetensi atau kemampuan yang dimiliki perusahaan.
  • Bebas dari jargon dan kata-kata yang tidak bermakna.

STRATEGI

Merupakan pola atau rencana yaang mengintegrasikan tujuan utama atau kebijakan perusahaan dengan rangkaian tindakan dalam sebuah pernyataan yang saling mengikat.

Strategi perusahaan biasanya berkaitan dengan prinsip-prinsip secara umum untuk mencapai misi yang dicanangkan perusahaan, serta bagaimana perusahaan memilih jalur yang spesifik untuk mencapai misi tersebut (Lynch dalam Wibisono, 2006)

3. Tujuan dan Sasaran Kinerja

Berdasarkan Visi, Misi dan Strategi yang telah dicanangkan perusahaan, disusunlah tujuan dan sasaran kinerja. Tujuan dan sasaran kinerja tidak lain adalah untuk menjamin agar proses kinerja dapat berlangsung seperti diharapkan dan tercapainya prestasi kerja tinggi.

TUJUAN KINERJA

Yang menjadi tujuan kinerja adalah menyelaraskan harapan kinerja individual dengan harapan kinerja organisasi. Kesesuian antara kinerja individual dengan kinerja organisasi akan mampu mewujudkan kinerja yang baik.

Pada dasarnya terdapat banyak tujuan dalam organisasi. Tujuan tersebut dinyatakan dalam berbagai tingkatan, dimana tujuan pada jenjang di atasnya menjadi acuan dan dijabarkan dalam tujuan pada tingkatan di bawahnya secara berjenjang. Tujuan di tingkat bawah memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan jenjang di atasnya.

Secara logis, penetapan tujuan adalah proses dari atas ke bawah, yang dimulai dari strategi organisasi. Bila tujuan strategis adalah menjadi market leader melalui pengenalan produk secara cepat, maka tujuan unit harus membantu strategi tersebut. Dan tujuan individu harus selaras dengan tujuan unit kerja. Sehingga harus ada hubungan dan keselarasan tujuan dari puncak organisasi ke bawah.

Kekuatan dari tujuan adalah pada keselarasannya dengan maksud tertinggi organisasi. Setiap pekerja harus memahami tujuannya, bagaimana melakukan aktivitas membantu tujuan unit kerja, dan bagaimana aktivitas unit kerja memberi kontribusi pada sasaran strategis organisasi. Tujuan dinegosiasikan dengan pekerja, menyangkut saling memberi dan menerima, dan manajer memahami orang yang bekerja untuk mereka dan dengan mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar